Audio Meditasi SHD

Audio SHD06 – Perenungan Tentang Duka

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Penyembuhan luka jiwa juga bisa dilakukan dengan memaknai secara tepat arti/makna duka dan derita. Ada sebagian duka dan derita yang memang muncul/kita dapatkan akibat tindakan kita yang tidak selaras atau dalam bahasa lain, merupakan buah dari karma buruk kita. Tetapi, Saudara dan Saudari yang saya kasihi, ada sesungguhnya sebagian duka, derita, atau musibah yang menyebabkan duka dan derita. Itu memang adalah sebuah pilihan sebelum kita lahir ke muka bumi sebagai menu pembelajaran untuk mematangkan jiwa. Bisa juga kita mendapatkan satu peristiwa duka lebih karena kita kurang waspada atau karena kita lengah akibat prasangka yang terlalu baik tetapi tidak realistis. Apapun latar belakangnya, kita perlu sampai pada kesadaran, bahwa semua peristiwa duka dan derita pada muaranya adalah sesuatu yang berguna untuk membuat jiwa kita semakin cemerlang. Tanpa duka dan derita maka jiwa kita akan menjadi seperti batu yang tidak pernah diasah, dan pada akhirnya tidak pernah menunjukkan kecemerlangan.

Saudara dan Saudari yang saya kasihi, tentu saja saya sebagai pemandu meditasi, sebagai penulis buku-buku tentang spiritualitas; juga pernah mengalami situasi/keadaan yang penuh dengan duka dan derita dalam segala bentuknya seperti konflik, disakiti, kekurangan secara finansial, sakit, dan segala bentuk/peristiwa duka dan derita lainnya. Saat ini ketika saya menengok masa lalu, saya jadi penuh rasa terima kasih. Saya merasa beruntung karena pernah mengalami itu semua. Dengan semua peristiwa itu jiwa saya di gembleng, jiwa saya menjadi kuat, dan tentu saja itu memungkinkan untuk menemukan kecemerlangan dan kebijaksanaan yang semakin tinggi.

Saudara dan Saudara yang saya kasihi, tentu saja ketika kita kesadarannya belum penuh saat mengalami sebuah peristiwa duka dan derita sulit bagi kita untuk bisa menerima apalagi menikmatinya. Saran saya, mulailah dengan menerima semua duka dan derita itu. Jika anda sedih, sadari bahwa Anda sedih dan terimalah kesedihan itu tidak perlu disangkal. Yang berikutnya, tidak perlu Anda menghukum diri/menyalahkan diri, menyatakan bahwa diri Anda layak dihukum dengan segala peristiwa itu. Sesungguhnya semesta ini adalah sebuah sistem yang didasari oleh kemahakasihan bahwa segala yang terjadi dapat dimaknai sebagai momen pembelajaran, bukan momen penghukuman. Sadari bahwa Anda sedang belajar, bukan sedang dihukum. Yang Maha Pengasih/sosok Sang Sumber Kehidupan yang tanpa batas itu sejatinya tidak pernah menghukum Anda. Namun dengan hukum-hukum di jagad raya ini terhamparlah kesempatan bagi sang jiwa untuk bertumbuh dan belajar.

Berikutnya, jika peristiwa duka/derita itu disebabkan oleh orang lain, belajarlah untuk melampaui rasa benci kepada mereka. Sadarilah bahwa apa yang telah mereka lakukan sesungguhnya berguna bagi diri kita. Kita justru dimatangkan dan digembleng dengan apa yang telah mereka lakukan. Tentu saja mereka sendiri juga akan menemukan pembelajaran akibat dari tindakan yang mereka lakukan. Tapi itu adalah peristiwa yang memang perlu mereka jalani, dan itu bukan urusan kita. Cukup kita juga dengan penuh kesadaran menyabdakan agar mereka kembali pada keselarasan. Tetap pancarkan kasih kepada mereka karena mereka sedang ada dalam ketidakmengertian. Lalu kita fokus untuk membawa jiwa terus bertumbuh dan memasuki kemurnian. Kita berterima kasih atas semua peristiwa duka yang kita alami. Kita berterima kasih atas derita yang menggembleng jiwa kita. Kita memasuki keheningan dan biarlah mahadaya dari pusat hati kita menyembuhkan semua luka akibat peristiwa duka dan derita yang kita alami.

Rahayu, Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda