Audio Meditasi SHD

Audio SHD07 – Meditasi Api Suci

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Selanjutnya saya mengajak Anda semua untuk menyelami rahasia tentang karma. Karma adalah tindakan. Dalam hukum jagad raya setiap tindakan pasti membuahkan konsekuensi. Tindakan yang tidak selaras pasti membuahkan sesuatu yang juga tidak selaras. Aalam bahasa religius apa yang kita dapatkan dari ketidakselarasan ini disebut dosa. Saya mengajak Anda untuk memahami dosa dalam perspektif yang lebih realistik. Dosa bukanlah sebuah manifestasi ketidaksukaan/kemarahan Tuhan Yang Maha Pengasih. Sejatinya Tuhan adalah kekosongan yang absolut. Maka apapun yang kita kerjakan sesungguhnya Ia tetap ada di dalam kekosonganNya itu. Dosa yang sesungguhnya tidak lebih dari konsekuensi logis dari apa yang kita lakukan. Dan ini bisa kita mengerti lebih mudah kalau kita masuk dari sudut pandang/perspektif energi. Apapun yang kita lakukan pada dasarnya pasti memanifestasikan sesuatu di dalam tubuh kita tepatnya pada lapisan tubuh energi kita, pada lapisan prana kita. Apabila kita melakukan ketidakselarasan pada mahluk hidup: pada tumbuhan, pada binatang, pada orang; maka rasa sakit dari mereka akan menjelma menjadi jejak-jejak/noda energi di tubuh energi yang ada di dalam diri kita. Noda itu jika diteruskan/dibiarkan maka ia akan semakin memejal (memadat/merekam kuat). Dan sesuai dengan hukum tarik menarik di jagad raya ini maka pada waktunya ia akan menarik peristiwa yang membawa duka dan derita. Itulah yang dalam khasanah Jawa disebut sengkolo. Bisakah buah karma/jejak dosa ini dihapus? Tentu saja. Dalam sudut pandang energi segala sesuatunya bisa ditata/diselaraskan. Maka leluhur Jawa menjelaskan makna ruwatan.

Ruwatan adalah sebuah cara meluruhkan sengkolo dimulai dari penataan secara energi. Segala noda yang ada di dalam tubuh prana/tubuh energi kita bisa dihapuskan menggunakan kekuatan api suci yang memancar dari pusat hati. Maka pada kesempatan ini saya mengajak Anda untuk mempraktekkan meditasi api suci. Meditasi ini ditujukan agar kita bisa kembali memurnikan jiwa membuat segala jejak dosa di dalam tubuh ini bisa tersirnakan. Semua jejak itu bisa sirna akibat dibakar oleh api suci.

(memulai meditasi)

Mulailah dengan rileks baik dalam posisi duduk, bersila, atau berbaring. Rasakan aliran napas, rasakan kemenyatuan dengan sang sumber kehidupan. Rasakan kasih yang nyata dari sang sumber kehidupan yang tidak pernah terputus, terlimpah kepada kita. Sambungkan diri dengan Sang Diri Sejati yang bertahtah di pusat hati, lalu sabdakan: api suci ilahi memancar ke semua bagian diri, membakar semua jejak dosa/benih-benih karma buruk yang ada di dalam diri kita. Api suci ilahi membakar semuanya sehingga jiwa kembali kepada murninya. Setelah meniatkan/menyabdakan pasrahlah. Api suci bekerja menyelaraskan semuanya. Ohmmmmm…3x

(didengungkan panjang saat membuang nafas, secara sadar, rasakan getarannya di pusat hati).

Kembalilah jiwa pada kemurnian dan kejernihannya, dan bersukacitalah. Terima kasih atas semua anugerah yang kita terima.

Rahayu, Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda