Audio Meditasi SHD

Audio SHD08 – Meditasi Ruwatan Diri

Play Audio:

 

Transkrip:

Saudara dan Saudari yang saya kasihi,

Berikutnya saya mengajak Anda semua untuk menyelami makna yang tepat tentang ruwatan. Kata ini cukup familiar dalam kasanah spiritual di Nusantara, khususnya di Jawa. Arti sesungguhnya dari kata ruwatan adalah meluruhkan/melebur. Apa yang diluluhkan dan dilebur? Itu adalah ketidakselarasan, keangkaramurkaan. Dalam pembelajaran yang sering saya lakukan, saya mengajak Anda semua untuk sering-sering melakukan ruwatan. Nah, dalam hal ini, ada empat aspek yang sebetulnya perlu dilakukan proses ruwatan.

Pertama, kita meruwat nalar kita agar tidak lagi dipenuhi dengan segenap ilusi. Ilusi adalah konsepsi yang kadung kita yakini sebagai kebenaran padahal tidak realistik. Ilusi inilah yang membuat kita terjauhkan/terdindingi dari kebenaran. Aspek kedua yang perlu diruwat adalah aspek emosi. Segala amarah, segala dendam; jika tidak kita release/bersihkan itu akan menjadi faktor yang menyakiti diri kita juga menjadi penghambat dalam sebuah perjalanan spritual. Maka ini perlu diruwat menggunakan kekuatan ilahi di dalam diri kita yang dalam metode yang kita kembangkan, ini mengejawantah sebagai air suci ilahi/banyu perwita sari. Aspek ketiga yang perlu diruwat adalah jejak karma buruk. Jejak karma buruk/segala tindakan-tindakan yang tidak selaras, yang menimbulkan jejak dosa di dalam diri kita, diruwat menggunakan api suci ilahi. Aspek keempat yang perlu diruwat adalah aspek energi dimana kita perlu memastikan di dalam tubuh kita tidak ada parasit energi, tidak ada entitas alam bawah yang menunggangi. Yang itu bisa membuat energi murni kita terbuang sia-sia, atau pikiran kita dikendalikan sehingga tidak bisa menemukan kesejatian.

Nah, melakukan ruwatan bisa dilakukan dengan banyak cara. Yang paling sederhana tentu saja menggunakan kekuatan yang ada di dalam diri yaitu kekuatan ilahi/mahadaya yang memancar dari kekosongan di dalam diri, juga menggunakan kekuatan yang terkait dengan unsur-unsur alam di dalam diri – maka kita bisa meruwat diri menggunakan api suci ilahi, air suci ilahi, maupun sinar suci ilahi. Nah, meruwat juga bisa menggunakan energi yang ada di alam semesta, seperti menggunakan air yang muncul dari mata air, ataupun menggunakan energi yang ada di sebuah portal energi.

Silahkan Anda pilih mana ruwatan yang paling pas yang mungkin Anda lakukan. Sebagian orang melakukan ruwatan melalui sebuah prosesi tertentu seperti menanggap wayang. Sebetulnya ini juga bagian dari sebuah permainan energi. Lewat permainan/menanggap wayang itu sebetulnya kita menangkap energi yang dipancarkan oleh sang dalang baik lewat kibasan wayang kulit yang dia lakukan mapun lewat sabda-sabda dalam ucapan yang dia lontarkan. Selama kita bisa menangkap itu semua, maka sejatinya proses ruwatan bisa terjadi secara optimal.

(memulai meditasi)

Saudara dan saudari yang saya kasihi, kali ini saya mengajak Anda untuk kembali ke dalam keheningan. Masuklah ke dalam diri. Hubungkan diri dengan Sang Diri Sejati. Biarlah kuasa dari Sang Diri Sejati memancar menyebar ke semua bagian tubuh. Mengejawantah sebagai sinar suci yang meruwat nalar kita, mengejawantah sebagai air suci yang meruwat emosi kita, mengejawantah sebagai api suci yang meruwat jejak dosa kita. Dan juga mengejawantah sebagai mahadaya yang menjernihkan diri kita dari segala bentuk parasit energi. Pasrahkan semuanya. Biarlah mahadaya itu berkerja secara selaras. Jiwa kembali kepada kemurniannya. Ohmmmmm…3x (

didengungkan panjang saat membuang nafas, secara sadar, rasakan getarannya di pusat hati).

Teruskan meditasi ini secukupnya, nikmati semua prosesnya. Biarlah diri kembali kepada kemurnian dan kejernihan. Berterimakasihlah atas semua anugerah.

Rahayu, Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi.

(tetap hening meditatif, perhatian tetap ke pusat hati, sampai secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita)

–SHD–

Share:
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hi, Kami siap membantu Anda