
Hari ini aku belajar tentang job description bersama Pak Eko dan teman-teman di kantor. Aku mencoba memahami bagaimana caranya bekerja dengan tepat, apa saja kualifikasi yang dibutuhkan, dan bagaimana membuat sebuah website yang bagus, dikenali orang, serta enak untuk dijelajahi.
Namun, ada satu pertanyaan yang masih menggelayut di kepala:
“Bagaimana cara memadukan keheningan dengan aktivitas, pekerjaan, bahkan bisnis yang kita jalani sehari-hari?”
Apakah mungkin setiap aktivitas itu didasari keheningan? Bisakah kita menciptakan sesuatu—kegiatan, karya, bisnis—dengan landasan hening sehingga selaras dan penuh keberkahan dari Semesta maupun Tuhan?
Dan bolehkah kita melakukan hening untuk menolong diri sendiri, lalu dampaknya meluas menjadi manfaat bagi banyak orang?
Adakah sebuah cara dan solusi yang kita perlukan untuk menjadi manusia yang berdaya dan memiliki jiwa yang murni dan bebas dari sisi gelap, serta mengatasi berbagai masalah?
Semua itu terjawab dalam satu kata, yaitu “hening”.
Namun, untuk bisa hening itu kita memiliki banyak sekali parameter yang harus dibersihkan di dalam diri kita supaya kita mendapatkan hasil yang maksimal.
Seperti teori-teori lainnya yang selalu mengatakan teori tersebut yang bisa memberikan manfaat untuk kita jikalau dilakukan dengan benar pula. Begitu pula dengan hening yang bukan sekadar teori, namun juga secara praktiknya hening bisa membawa seseorang pada fase yang berbeda dalam kehidupannya.
Saat ini kita akan mencoba untuk menganalisis proses dalam hening yang bisa kita lalui sehingga kita bisa membuat diri kita berdaya itu bagaimana.
Bukan sekadar untuk mencari keuntungan semata, namun juga demi memperbaiki kualitas jiwa yang ada di dalam diri kita. Jalannya adalah hening.
Saat kamu mulai menapaki jalan hening ini akan ada banyak sekali hal-hal yang mungkin sebelumnya belum pernah kamu alami menjadi bagian dari hidup kamu.
Contohnya, kamu yang biasanya menjalankan aktivitas, ya jalanin aja gitu — nggak ada masalah, nggak ada apa-apa, bisa jadi memang kamu yang mau kenal hening ini karena ada sebuah masalah tertentu ‘kan, “Ah, pasti ini sih ada maunya kenapa mau hening? Jujur ajalah. Wkwkwk.”
Nah, kalau seseorang sudah menjalankan hening, biasanya mencari cara supaya mampu hening aja tuh susah, gitu ‘kan?
Tapi, mau memahami keheningan aja rasanya sulit banget, kenapa?
Karena yang namanya menyadari nafas yang natural itu seringkali membuat kita salah paham bahwa nafas itu harus dibuat manual dan jatuhnya mengintervensi nafas natural, di situlah tantangannya. Ketika kita mulai ada dalam proses untuk hening, pikiran kita mulai memikirkan berbagai macam cara supaya bisa hening itu sendiri.
Kalau secara kalimatnya mungkin simpel, kan tinggal “menyadari dan menikmati nafas natural” — udah nggak usah ngapa-ngapain lagi, gitu? Ya mau ngapain emangnya? Coba aja pahami ini dengan benar agar tak salah paham, banyak orang salah paham dan gagal di tahap awal. Kalau awalannya sudah salah, gimana bisa benar kedepannya?
Makanya kita diskusikan bersama supaya jelas arahnya, dan nggak ngambang atau ngawang entah di langit-langit mana.
Cuma karena pikiran kita ribet, jadinya susah, ya kan?
Solusinya gimana?
Apakah memang hening itu sesulit itu?
Apakah memang hening justru meruwetkan pikiran kita atau diri kita sendiri yang ruwet?
Sebelum menilai satu sudut, tahukah Anda? Bagaimana proses yang sudah dialami, dijalani oleh Abi/Mas Guru yang pernah kita dengar atau lihat langsung?
Padahal semua hal yang diajarkan oleh Abi/Mas Guru adalah hasil perjuangan yang didapat dari menghilangkan keruwetan itu sendiri, yang menghasilkan PENCERAHAN tentunya, bukan KERUWETAN, jelas?
Kalo masih ruwet berarti bukan hening, tapi spaneng.
Bedakan dulu ngaku hening tapi ruwet, ya itu belum hening, tapi spaneng. Jelas?
Jadi, kalau bilang, “Kok pas hening saya ruwet, ya? Itu bukan salah heningnya. Salah di pikiran dan cara praktik heningnya yang kurang tepat.
Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami metode hening. Pahami “menyadari dan menikmati nafas natural” dengan jelas. Baru setelah itu dipraktikkan, sehingga tidak bingung.
Kita boleh kok menganalisis. Kita boleh kritis. Tapi kurangi dulu, agar tubuh, hati, dan kepala rileks. Pasrah dan nrimo ing pandum.
Nantinya ada kemungkinan dan kalau dapat jatah bisa menyelesaikan problem dan kebingungan yang dialami.
Jadi, kata siapa kita nggak boleh kritis atau harus nurut banget, taklid ke ajaran hening?
Untuk hening, yang namanya pemurnian jiwa adalah sesuatu yang lumrah karena itu berasal dari energi Ilahi — dari Rasa Sejati kita, apalagi sekarang ada Abi/Mas Guru yang bisa mem-boosting pertumbuhan kita ketika ada momen Semesta memberikan aksesnya.
Dalam rasa penasaran dan mencari tahu, serta melihat proses yang Abi/Mas Guru jalani, tentu memadukan hening dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, praktik hening dalam keseharian adalah sebuah jalan yang harus dipilih, jangan ragu dan coba terus.
20 Manfaat Hening yang Nyata
- Membuat pikiran lebih clear dan jelas, sehingga kita bisa menentukan arah dan tujuan hidup, termasuk dalam bisnis dan pekerjaan.
- Menguatkan pola pikir dan kepekaan rasa untuk menangkap petunjuk Semesta.
- Jika kita terhubung pada Sumber Segala Ide, Sang Pencipta, Tuhan, bukankah wajar jika kita jadi berdaya dan keren?
- Apa masalahnya menggunakan hening sebagai jalan hidup? Ada yang salah? Di mana salahnya?
- Rasa Sejati itu digunakan untuk apa? Cara menggunakannya bagaimana? Jalannya jelas: hening. Pertanyaannya, maumu apa? Lalu, untuk apa hening yang kamu lakukan? Tentu untuk selaras bukan? Atau ada maksud lain?
- Jika dilakukan dengan tepat, hening bisa menyembuhkan, memperbaiki diri, mengenal diri lebih dalam, mengecek lingkaran karma kita sendiri, memperbaiki satu per satu masalah yang sedang terjadi atau akan terjadi, menggali informasi Semesta, mencari ide dari Semesta, memperbaiki pola pikir, menghilangkan mental block, menyelaraskan hati, pikiran, dan tindakan dengan Titah Tuhan dan Semesta, punya pola pikir yang luas dan tanpa batas, banyak potensi yang mengatasi limit kita sebelumnya menjadi unlock potential, menghilangkan sifat dan perilaku destruktif, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, makhluk, serta alam, ada dalam kebijaksanaan sejati, mampu mengontrol emosi, nafsu, dan pikiran, serta manfaat manusiawi lainnya yang membawa manusia pada tingkatan manusia yang tercerahkan, buktinya? Lihat Guru kita, ya?
- Hening membawa kemajuan nyata, bukan malah ruwet sendiri dan pusing sendiri. Kesulitan pun berubah menjadi proses belajar, bukan jadi bahan keluhan.
- Hening membuka keluasan kesadaran, memahami dunia materi dan metafisik secara utuh, tidak bias, dan sesuai kasunyatan dan realitas.
- Kesulitan yang dulu membebani kini terlihat sebagai peluang bertumbuh.
- Bisa memanifestasikan semua hal yang awalnya hanya wacana, ide, atau gagasan menjadi sesuatu yang nyata dan bisa diwujudkan di dunia material.
- Hening membereskan hal-hal yang kita sadari maupun tidak, karena dibantu oleh Sang Ilahi melalui Rasa Sejati yang menyelaraskan semuanya agar kita hidup lebih selaras pada akhirnya.
- Jika ada yang kurang selaras, kita fokus mengurus bagian kita. Sisanya biarlah Tuhan dan Semesta yang membukakan jalannya, selama kita menapaki jalan yang tepat dan nggak ngeyelan atau bandel, apalagi nakal, ditambah durhaka dan menolak hening, keselamatan adalah timbal baliknya.
- Orang yang mengambil jalan hening tidak semestinya mudah bosan, gabut, atau malas, atau ingin ini itu yang hanya mengganggu perkembangan diri. Sayang banget, udah capek bangun akar hening, pondasi untuk bersama Sang Ilahi, dirusak gara-gara hal kecil, seremeh ngambek atau marah saat dinasihati, padahal jelas — biar kita tumbuh dan lebih baik lagi, manfaatkan jalan ini dengan sepenuh hati, setuju?
- Dengan hening sebuah proses yang kita jalani semakin diberi kemudahan, karena meningkatnya kompetensi dasar kita, baik dengan belajar dari semua sumber daya di dunia maupun dari Rasa Sejati kita yang selaras dan bisa divalidasi kebenarannya.
- Hening membuka kecerdasan empirik, saintifik, sekaligus kecerdasan intuitif dari Rasa Sejati secara utuh dan holistik.
- Dengan hening kita berhati-hati melangkah, mengambil keputusan, tanya yang ahli, tanya Rasa Sejati, tanya Tuhan, tanya Gusti, tanya Semesta, semua itu adalah SOP (Standard Operating Procedure) WAJIB BAGI ORANG HENING. Nggak sembarangan loh ya, kalau ragu akan kebenarannya ‘kan sekarang enak, ada Abi/Mas Guru, Mbak Ay untuk ditanya dan minta validasi, supaya nggak salah langkah, itu mahal banget harganya dan kesempatan langka.
- Hening membuat kita bisa merealisasikan sifat Ilahiah di dalam diri menjadi kenyataan karena laku yang berkelanjutan, bukan hanya boostingan.
- Hening menjadikan kita mandiri, mampu, dan mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas hidup.
- Hening menyelaraskan diri: yang ruwet jadi jelas, yang susah jadi mudah, yang emosian jadi kalem, yang grusa-grusu jadi santuy, yang sakit jadi sehat, yang galau jadi inovator, yang kurang pintar jadi jenius. Semua itu adalah timbal balik SPESIAL DARI TUHAN DAN SEMESTA buat kamu yang berusaha untuk hening.
Waaw keren banget ya hening itu, masih ragu di jalan hening ini? Yang nomor terakhir lebih mencengangkan lagi, coba kamu scroll ke bawah ya, 🤣🤣…
Penasaran kan? Scroll terus… 😄
- Merasakan surga yang nyata di dunia dan kehidupan setelah kematian… 🥳🥳✨✨
Selamat bertumbuh dan selaras selalu.
Naufal Muhammad Al Hikam
Pejalan Keheningan
26 November 2025
Reaksi Anda:














