Skip to main content
Refleksi

Boosting dan Upgrading, Sudah Tahu Belum Konsekuensinya?

29 November 2025 Ay Pieta No Comments

Manfaat ‘boosting dan keistimewaan upgrading adalah mendapatkan angka-angka yang lebih besar dan menyenangkan untuk dibaca, dipamerkan, menjadi penyemangat dan ofkors meningkatkan rasa percaya diri. Tapi, di setiap manfaat positif, selalu ada dampak destruktif yang perlu disadari agar tidak menjadi bagian dari anugerah besar yang merupakan hasil dari usaha yang jujur. 

High risk dan high gain memang bekerja sesuai dengan mekanisme hukum Semesta, tugas manusia memilih ‘free willyang paling tepat dan selaras dengan ‘gerak Semesta.

Artikel ini hanya fokus membahas sisi high risk yang selama ini terbiaskan oleh hore-hore kesenangan mendapatkan angka lebih tinggi ala sulap, sehingga melupakan banyak hal yang sebenarnya lebih penting. Bukannya menjadi lebih ‘sadar’ malah kesulitan ‘Menata Fokus atas tanggung jawab dan konsekuensinya saking sibuk bermanuver demi mendapatkan manfaat yang lebih banyak lagi dan lagi.

Nuansa pendidikan akademik dimana penilaian hanya diperlakukan sebagai angka yang harus dikejar dan diburu, akhirnya hanya memberikan manfaat yang menyenangkan ego semata. Mendapatkan citra diri yang lebih indah, pengakuan yang lebih besar, ego yang terpuaskan, kebanggaan yang membuat terbang ke langit, ilusi yang membesar, otak dukun yang menguat, agenda egoistik yang terpuaskan, kemalasan dan kemanjaan yang semakin meronta, hasrat instan semakin membara, dan kesombongan yang semakin kuat dan halus karena merasa dapat keistimewaan. 

Dampak destruktif ini memang menciptakan daya juang tinggi dan kebulatan tekad, tetapi sayangnya salah server. Sehingga bukannya semakin serius belajar, malah semakin semangat gerilya melakukan PDKT (pendekatan) ke gurunya, semakin pinter gombal dan omon-omon super cantik, kreativitas untuk carles (cari alesan) dan caper yang semakin meningkat, kepercayaan diri yang meroket karena merasa aman dan malah bablas menjadi kesombongan, dan perilaku nyasar lainnya sebagai manifestasi high risk.

Sayang sekali sangat langka ditemukan yang peduli dengan tanggung jawab dan konsekuensi dari mendapatkan jatah ‘boosting. Tidak heran kalau dalam agenda kampanye hitam, anugerah mulia ini malah dijadikan bahan olok-olok dan dipermainkan, padahal bertahun-tahun turut berbangga ria apabila mendapatkan angka yang besar.

Cukup mengenaskan bahwa sampai saat ini jarang yang mau tahu bagaimana cara meningkatkan kualitas meditasi/hening, bagaimana cara memperbaiki cara belajar dan aplikasi. Tidak ada yang peduli cara memperbaiki niat yang sudah diakui masih amburadul dengan agenda egoistik. Tidak ada yang mau mendengarkan arahan konstruktif yang diberikan setiap hari, karena toh asal bisa mendekati gurunya merasa pasti dapet boosting dan jaring pengaman. 

Tidak ada yang peduli dengan tantangan yang ikutan melonjak sepadan dengan lonjakan angka. 

Walaupun angka karbitan, tapi sayangnya tantangan selalu sepadan secara autentik dan genuine, tidak bisa diskon. Tidak ada yang dengan serius menyelami cara memperbaiki sikap ketika bermeditasi, karena merasa tanpa diperbaiki pun akan selalu mendapatkan momentum bantuan yang istimewa. Asalkan setia ikuti webinar dan pura-pura rajin merem meditasi, pasti mendapatkan jatah boosting dan jaring pengaman. Tidak ada yang peduli dengan tanggung jawab akibat mendapat anugerah besar, yang seharusnya dijalankan dengan kesungguhan, kerendahan hati, dan penuh penghayatan.

Kegagalan sebuah sistem ternyata bukan berasal dari minimnya usaha, tetapi berasal dari hilangnya keberanian untuk mengubah cara lama yang tidak memberikan dampak positif. 

Merevolusi sikap dan melakukan pemberontakan yang bertanggung jawab terhadap habit lama yang sudah tidak tidak memberikan manfaat bagi pertumbuhan.

Belajar Hidup Berkesadaran di ‘Sekolah Kehidupan Persaudaraan Matahari tidak akan menawarkan hasil instan. Justru menawarkan proses yang kurang menarik, karena prosesnya bertahap (incremental) dan berjalan seumur hidup (lifetime learning). Timeline proses bisa terakselerasi apabila variabelnya dipenuhi, yaitu:

  1. Meditasi/Hening Penjernihan Diriuntuk meregulasi dan menjernihkan pikiran dan emosi dari Sisi Gelap (shadows/darkside)’.
  2. Revolusi sikap, dengan memilih sikap yang sudah diketahui lebih tepat dan memberi dampak pada pertumbuhan.
  3. Menata akal dan logika yang lebih sehat tentang kehidupan dan bekerjanya Hukum Semesta bagi kehidupan manusia.
  4. Mau mengubah diri sendiri terlebih dahulu dan berhenti mengharapkan perubahan datang dari orang lain.

Kecenderungan memilih sikap yang memuaskan ego semata memang menjadi tantangan super besar di arena hidup berkesadaran, karena hidup yang sadar penuh tidak akan digerakkan oleh kehendak yang egoistik – seperti ketika memilih dengan sadar untuk melupakan tanggung jawab dan konsekuensi paketan dari boosting istimewa.

“Speak clearly, listen actively, and act consciously.” ~ The Art of Conscious Living

 

Ay Pieta
Pembimbing dan Direktur Persaudaraan Matahari
28 November 2025

Share:

Reaksi Anda:

Loading spinner