
Sejak berkenalan dengan dunia yoga, saya salah satu penggemar dongeng tentang cakra atau simpul energi. Tapi, seperti biasa tidak pernah mempelajari dengan mendalam karena tidak ada referensi yang lengkap dan memadai. Akhirnya hanya menikmati sebatas atribut cantik warna-warninya saja. Setelah belajar ‘Seni Hidup SHD’ di ‘Sekolah Kehidupan Persaudaraan Matahari’, baru deh benar-benar mengerti bahwa simpul energi terkait erat dengan karakter, pola berpikir, perilaku, dan kesehatan fisik manusia.
Seperti yang dijelaskan dalam buku ‘Sigma Leadership’, ‘Tantra Yoga’ dan banyak wedaran tentang ‘Cakra’, kualitas karakter manusia dipengaruhi oleh kualitas kejernihan di setiap simpul energi (cakra). Kualitas kejernihan karakter individu berkaitan erat dengan sisi gelap yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Sisi gelap yang terekam di bawah sadar menjadi landasan bagi cara berpikir dan berperilaku yang kemudian bisa menyebabkan sumbatan energi atau kebocoran energi di setiap simpul energi yang berkaitan satu sama lain.
Manusia terlahir membawa gembolan jejak sisi gelap yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku, sehingga membuat simpul energi (cakra) tersumbat. Semakin jernih lapisan kesadaran dari jejak ‘Sisi Gelap (shadows/darkside)‘, menciptakan kualitas kejernihan simpul energi (cakra) semakin tinggi, sehingga semakin tinggi pula kualitas kejernihan dan keselarasan karakter manusia.
Kualitas karakter sebagai ciri dari simpul energi yang jernih, seperti:
Cakra Dasar
Keberlimpahan, kerja keras, semangat yang positif, selaras dengan alam, rasa hormat kepada semua elemen tanah air Ibu Bumi.
Cakra Seks
Daya kreatif positif yang memberikan manfaat, bukan kriminal.
Cakra Solar Plexus
Mampu berserah diri, mengalir ‘Menari dengan Irama Semesta’, power of will, punya tekad kuat, tetapi tidak memaksakan kehendak, totalitas, luruh ego, patuh dengan tuntunan Tuhan, mengerti kapan gas – kapan injak rem, kapan intervensi – kapan memberi ruang.
Cakra Jantung
Memiliki ketulusan dan kebajikan, konsisten bertindak dilandasi kasih murni, tahu kapan saatnya memberi ketegasan dan kapan memberi kelembutan.
Cakra Tenggorokan
Mampu berkomunikasi dengan jernih, mampu berbicara dengan tepat guna, mampu ‘Mendengarkan dengan Aktif (active listening)’, tahu kapan bicara dan kapan diam.
Cakra Ajna
Memiliki ‘Ketajaman dalam Berpikir’, punya daya analitik dan kecerdasan yang sehat, mampu ‘Mengelola Pikiran (mind management)’, mampu ‘Mengelola Diri (self mastery)’.
Cakra Mahkota
Memiliki konsistensi dalam kebijaksanaan (wisdom), memiliki cosmic intelligence, dan intuisi yang tajam namun jernih tanpa bias.
Bagi yang sedang menjalankan proses penjernihan lapisan kesadaran dari sisi gelap, kita perlu mencermati pola pikir dan perilaku yang berlandaskan sisi gelap – penyebab simpul energi (cakra) tersumbat atau malah terjadi kebocoran energi. Hal ini perlu dilakukan agar kita dapat memilih sikap yang tepat dalam rangka mengurangi potensi penyumbatan atau kebocoran yang menimbulkan degradasi kesehatan di masa datang.
Banyak contoh pola pikir dan perilaku yang secara dominan menyumbat simpul energi (cakra), sehingga mendegradasi kualitas kesehatan. Misalnya, tumpukan jejak emosi yang menyebabkan cakra solar plexus tersumbat – akibatnya muncul penyakit asam lambung, gerd, dan autoimun – terjadi penurunan daya imunitas tubuh sehingga mudah terserang penyakit.
Contoh perilaku dan solusi akan saya detailkan melalui artikel lanjutannya berjudul ‘Cakra & Karakter’. Jadikan bahan rujukan jika berminat membangun habit dan membangun karakter yang luhur.
Bagaimana dengan simpul energi yang ada pada tubuhmu? Sudah jernih dan memberikan daya hidup yang menyehatkan mental, jiwa, dan raga?
“A Journey toward blissful life start with a single step of pure consciousness.” ~ Sigma Lifestyle
Ay Pieta
Pembimbing dan Direktur Persaudaraan Matahari
27 Agustus 2025
Reaksi Anda: