
Dalam teori keheningan dan spiritual murni ada cara atau jalan menuju Sang Ilahi dengan keheningan. Dengan keheningan, orang bisa memurnikan jiwa raganya, membersihkan noda-noda, menyingkap tabir penghalang dirinya dengan Tuhan, serta memperbaiki semua pola pikir dan tindakan atau sesuatu yang tidak selaras pada dirinya.
Supaya dirinya menjadi jiwa yang makin murni dan semakin cerah ke depannya, hening secara praktiknya itu bisa digunakan dan dilakukan kapan saja, tidak ada batasan kapan atau di mana, terutama ketika kita memang membutuhkannya untuk kembali eling dan ingat kepada-Nya.
Seringkali memang bagiku sendiri yang namanya hening itu seperti obat, bisa menyembuhkan dan juga bisa membuat diriku semakin sehat, bahkan growth jika melakukan hening itu dengan tepat.
Apakah korelasi antara semua aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh kita itu bisa mempengaruhi angka Level of Consciousness (LoC) dan tingkat keheningan?
Lalu bagaimana sih kegiatan atau pun aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang yang LoC-nya tinggi? Apakah dalam keseharian masih relevan sebuah teori spiritual murni dan teori keheningan itu? Praktiknya gimana? Apakah ada PoV yang bisa kita pelajari polanya sehingga kita mengerti parameter sukses heningnya orang tersebut atau tidak?
Bagaimana cara kita menerapkan keheningan dalam kehidupan sehari-hari?
Berikut ini 50 parameter dan PoV yang saya coba amati dan temukan dari ajaran Guru Kehidupan SHD yang juga seorang sosok Abi/Ayah saya – melihat langsung orang yang tercerahkan itu bagaimana, terkait parameter orang tercerahkan ini awalnya memang dari sudut pandang saya, lalu menanyakan langsung ke abi untuk validasi kebenarannya.

Benarkah seperti itu ciri-ciri orang tercerahkan pada zaman modern ini? Untuk saat ini parameter yang bisa saya amati diantaranya, adalah:
- Orang tercerahkan bisa hening yang tepat
- Orang tercerahkan mampu meditasi, baik formal maupun informal, dengan baik
- Orang tercerahkan tidak mudah galau
- Orang tercerahkan bisa mengerjakan semua tugasnya dengan baik
- Orang tercerahkan tidak mau membuang waktunya sedikit pun
- Orang tercerahkan selalu setia total dengan Tuhan
- Orang tercerahkan selalu rendah hati
- Orang tercerahkan tidak pernah sombong
- Orang tercerahkan tidak suka drama
- Orang tercerahkan punya banyak karya
- Orang tercerahkan bisa menjelaskan sesuatu secara mudah dan jelas serta ringan
- Orang tercerahkan jiwanya murni
- Orang tercerahkan badannya sehat
- Orang tercerahkan bisa menyembuhkan dirinya ketika dalam sakit sesuai kadarnya dan tidak memaksa langsung sehat
- Orang tercerahkan selalu ada dalam kesukacitaan, tapi bukan ketawa sendiri tanpa sebab
- Orang tercerahkan dadanya lega
- Orang tercerahkan mempunyai energi Ilahi yang deras mengalir di tubuhnya, sehingga akan minimal sakitnya
- Orang tercerahkan selalu bijaksana dalam hal apa pun
- Orang tercerahkan mampu membagi waktunya dengan tepat
- Orang tercerahkan harus bisa multitasking
- Orang tercerahkan harus bisa ‘palugada’ atau banyak peran
- Orang tercerahkan sudah selayaknya menjadi contoh dan tauladan
- Orang tercerahkan bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan
- Orang tercerahkan punya kasih murni yang tinggi
- Orang tercerahkan sudah membersihkan sisi gelapnya dan noda di tubuhnya dari realitas fisik dan jiwanya 100% bersih
- Orang tercerahkan bisa menyelaraskan kesadaran fisik dan nonfisiknya dengan energi Ilahi
- Orang tercerahkan bebas dari ilusi
- Orang tercerahkan bebas dari emosi destruktif
- Orang tercerahkan bisa hening di mana pun kapan pun
- Orang tercerahkan tidak suka alasan dan selalu berusaha memperbaiki dirinya, bukan menyalahkan sesuatu yang lain atau di luar diri
- Orang tercerahkan bisa memberikan kenyamanan untuk sekitar, bahkan dengan keberadaannya saja
- Orang tercerahkan mampu mendorong atau memotivasi diri, bahkan orang lain dengan tepat
- Orang tercerahkan itu menjadi edukator atau guru yang bisa mendidik dengan kualitas terbaiknya
- Orang tercerahkan tidak mudah goyah karena dia terhubung dengan Tuhan secara utuh dan yakin dengan kehendak-Nya
- Orang tercerahkan bisa menyaksikan dan merasakan Tuhan di dalam dirinya
- Orang tercerahkan tahu yang namanya porsi dan juga kadar pada dirinya, atau bahkan orang lain
- Orang tercerahkan memahami hukum Semesta secara utuh dan menyeluruh
- Orang tercerahkan bisa mengalirkan energi Ilahi ke seluruh tubuhnya, bahkan orang lain
- Orang tercerahkan memancarkan ketenangan dan kedamaian vibrasinya karena energi Ilahi di dalam dirinya mengalir deras karena dia selalu hening
- Orang tercerahkan bisa menyingkap realitas yang tak nampak pada dirinya hingga orang lain
- Orang tercerahkan punya tugas metafisik dan spiritual yang jelas dalam kendalinya
- Orang tercerahkan bisa mendeteksi niat baik atau jahatnya seseorang
- Orang tercerahkan bisa membedakan suara hati, pikiran, ego, Tuhan, atau bahkan makhluk lain
- Orang tercerahkan punya kemampuan yang membuat kita seringkali sulit percaya, seperti terhubung bahkan berkomunikasi dengan Tuhan, dengan jiwa Ilahi, melihat realitas diri manusia, mendeteksi kejahatan, serta lainnya seperti yang disebutkan dalam tulisan ini
- Orang tercerahkan tidak ada lagi hijab dan bias antara dirinya dengan Tuhan dan Semesta
- Orang tercerahkan punya LoC di atas 1000, bisa mengecek dirinya, mengecek kadar heningnya dan parameter lainnya seperti yang Abi dan tim bisa lakukan
- Orang tercerahkan bisa mendayagunakan otaknya dengan utuh
- Orang tercerahkan bisa mendayagunakan Rasa Sejatinya secara utuh
- Orang tercerahkan tidak akan bingung lagi dalam hidup karena hasil latihan untuk selalu mendengar Petunjuk Tuhan dan Semesta
- Orang tercerahkan punya kemampuan melakukan pemberdayaan manusia yang holistik, seperti di Persaudaraan Matahari, Pusaka Indonesia, dan The Avalon Consulting sebagai contoh nyatanya
- Untuk parameter lainnya barangkali ada pun masih dalam pengamatan dan validasi dari Abi dan Mbak Ay.
Saya juga bertanya ke Abi, “Apakah orang tercerahkan harus punya semuanya atau salah satunya?”
Semua itu bisa terealisasi satu persatu ketika heningnya semakin mendalam, tapi bukan menjadi sebuah ambisi yang terlalu tinggi, apalagi berusaha menyaingi guru kita sendiri dalam prosesnya.
Semua ini adalah wahana untuk kita semakin rendah hati, ya… Dan tahu di mana posisi kita saat ini ya, teman teman seperjuangan.
Dengan adanya parameter ini mungkin bisa menjawab pertanyaan, “Kok LoC saya nggak naik-naik dan stuck? Apakah sudah ada salah satu parameter diatas pada diri Anda? Sudahkah kita setidaknya bisa hening?”
Naufal Muhammad Al Hikam
Pejalan Keheningan
26 November 2025
Reaksi Anda:













