Skip to main content
Refleksi

SPIRITUAL MURNI SHD & MANAJEMEN MATAHARI

1 April 2025 Ay Pieta No Comments

Sistem Manajemen Matahari dalam pembelajaran spiritual murni mungkin terdengar mengada-ngada. 

Tetapi begitulah Ajaran Spiritual Murni SHD, selalu lain daripada yang lain, karena justru sistem Manajemen Matahari lahir dari teori dasar Spiritual Murni SHD. Apabila menghayati Ajaran Spiritual Murni SHD dengan utuh – tidak cuma dianggap sebagai sarana pencipta solusi instan, pasti mengerti bahwa yang dipelajari adalah tentang ‘Esensi Jiwa (spirit)’ mencakup Jagat Raya, Makrokosmos, Jagat Ageng beserta isinya, termasuk kehidupan manusia Planet Bumi sebagai Mikrokosmos, Jagad Alit dan ‘Hukum Semesta yang meliputi. 

Spiritual Murni SHD merupakan pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya tentang bagaimana mengelola kehidupan, ‘Mengelola Diri,Mengelola Pikiran, mengelola sikap, ‘Mengelola Emosi, ‘Mengelola Kebersihan Mental Jiwa Raga, ‘Mengelola Kesehatan Seluruh Lapisan pada Mental Jiwa Raga, yang termanifestasi dalam pengelolaan kegiatan dan rutinitas kehidupan sehari-hari, baik bagi perorangan, kelompok, maupun bisnis. 

Apa yang ada dalam Ajaran Spiritual Murni SHD sudah pasti ada dalam sistem Manajemen Matahari, begitu pula sebaliknya – apa yang ada dalam sistem ‘Manajemen Matahari merupakan ilmu pengetahuan turunan dari apa yang ada dalam Ajaran Spiritual Murni SHD. 




Berporos pada keteladanan dan perbaikan yang terus-menerus, maka Manajemen Matahari memiliki tujuh pedoman pengelolaan yang berasal dari Ajaran Spiritual Murni SHD yaitu sebagai berikut,

  1. Value (Nilai)
  2. Discovery (Penemuan)
  3. Measurable Assessment (Penilaian yang Terukur)
  4. Monitoring and Control (Pengawasan dan Pengaturan)
  5. Communication (Komunikasi)
  6. Management of Change (Manajemen Perubahan)
  7. Growth (Pertumbuhan)
  1. VALUE (NILAI)
    Ketika memutuskan untuk mempelajari sebuah ilmu baru, sewajarnya memahami dulu apakah ada kecocokan nilai (value) dari ilmu tersebut dengan tujuan belajar. Ketika memutuskan untuk belajar Spiritual Murni SHD sewajarnya mempelajari dulu apa nilai (value) tertinggi dan tujuan (purpose) dari Ajaran Spiritual Murni SHD. Adakah kecocokan kepentingan personalmu dengan nilai tertinggi dan tujuan (goals) Ajaran Spiritual Murni SHD? Yaitu untuk membangkitkan kesadaran kolektif dengan cara mengakselerasi proses evolusi jiwa, dengan alat berupa meditasi/hening pemurnian jiwa? 

    Memahami nilai tertinggi dari Ajaran Spiritual Murni SHD mutlak dilakukan agar memiliki  ketepatan niat belajar. Ketepatan niat belajar adalah variabel penting yang mempengaruhi kualitas proses belajar Spiritual Murni SHD serta kualitas hasil akhirnya. Ketika sudah mengerti dan sepakat dengan nilai tertinggi ini, sudah sinkron dengan tujuan paling Agung dari Spiritual Murni SHD, maka proses belajar akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya, apabila masih terpenjara oleh agenda egoistik, maka sudah bisa dipastikan proses dan hasil yang tidak ideal dalam standar parameter Spiritual Murni SHD.

  2. DISCOVERY (PENEMUAN)
    Setelah memahami nilai tertinggi dari Ajaran Spiritual Murni SHD, maka idealnya mata pelajaran akan dipelajari dan dipraktikkan dengan kesungguhan, sehingga terjadilah berbagai penemuan (discovery) yang sepadan dengan nilai (value) ajaran. Menemukan pengetahuan baru, intensi belajar yang baru, menemukan tujuan tertinggi (great purpose) atau tujuan Agung, menemukan pemahaman dan wawasan baru, menemukan AHA!Moments atau pencerahan parsial, menemukan talenta, inspirasi, potensi dan kreativitas baru (unlocking potential), serta menemukan banyak hal baru dalam diri (self discovery). 
  3. MEASURABLE ASSESSMENT (PENILAIAN TERUKUR)
    Jelas sekali hanya di Spiritual Murni SHD yang memiliki penilaian terukur yang akurat sebagai penyederhanaan dari kompleksitas bekerjanya Hukum Semesta bagi kehidupan manusia di Planet Bumi. Tanpa penilaian terukur, maka sulit bagi kita untuk mengetahui pencapaian proses belajar. Penilaian terukur dalam Ajaran Spiritual Murni SHD ini merupakan umpan balik yang retrospective dan konstruktif bagi proses belajar Spiritual Murni SHD yang sifatnya berkelanjutan (continuous learning) dan berlangsung seumur hidup (lifetime learning). 
  4. MONITORING AND CONTROL (PENGAWASAN DAN PENGATURAN)
    Kunci keberhasilan berjalannya sebuah sistem adalah monitoring dan kontrol yang memadai. Berlaku dalam sistem pendidikan yang berjalan di Persaudaraan Matahari, dengan materi belajar paling unik, anti-mainstream dan out of the box. Proses belajar mengajar tidak mungkin dilakukan sendiri tanpa pengawasan dan pengaturan. Setiap langkah pembelajaran perlu dimonitor secara berkala dan diatur dalam sebuah alur yang sistematis dan terukur, untuk memastikan semua pihak berproses memurnikan mental jiwa raga dan terjaga kestabilannya sampai kontrak hidup di Planet Bumi habis. 
  5. COMMUNICATION (KOMUNIKASI)
    Tidak akan ada interaksi belajar mengajar tanpa komunikasi yang tepat. Membutuhkan kerendahan hati untuk ‘Mengosongkan Gelas’ agar dapat menghayati dan memahami Ajaran Spiritual Murni SHD dengan ‘Ruang Kesadaran’ yang tepat. Sebanyak apa pun upaya kami menerjemahkan bahasa langitan ke dalam penjelasan yang lebih sederhana, setinggi apa pun kemampuan intelektual yang dimiliki, tanpa kerendahan hati yang dibarengi dengan praktik ‘Meditasi/Hening Pemurnian Jiwa Spiritual Murni SHD’, tidak akan mudah memahami ajaran ini. 
  6. MANAGEMENT OF CHANGE (MANAJEMEN PERUBAHAN)
    Spiritual Murni SHD merupakan ilmu pengetahuan yang tujuannya agar terjadi perubahan bagi mental jiwa raga, yaitu transformasi dan evolusi. Yang tadinya penuh kotoran mental jiwa raga dibersihkan dan terjadi proses perubahan menjadi kinclong. Yang tadinya hidup dalam roda samsara, maka diajarkan bagaimana menciptakan perubahan agar hidup terbebas dari roda samsara, dan seterusnya. Dari semua mata pelajaran dasar Spiritual Murni SHD, sebenarnya berupa ajaran dan ajakan untuk melakukan perubahan pada diri, perubahan pada hidup, menjadi pencipta perubahan yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan.Spiritual Murni SHD tidak hanya berfokus pada “apa yang perlu diubah,” tetapi lebih pada “bagaimana cara kita mengubahnya” secara efektif dan memastikan perubahan yang konstruktif berjalan dan bertahan lama langgeng sampai kontrak hidup di Bumi selesai.
  7. GROWTH (PERTUMBUHAN)
    Sudah jelas ‘kan bahwa Spiritual Murni SHD adalah pelajaran yang bertujuan pada gerak pertumbuhan, perkembangan, transformasi, dan evolusi bagi mental jiwa dan raga. Yang ingin dicapai adalah dampak pertumbuhan yang holistik, utuh, langgeng stabil, tidak hanya parsial, dan tidak hanya sementara.

Jadi, tidak perlu alergi dengan Manajemen Matahari, karena hidup manusia tidak akan pernah terlepas dari pengelolaan atau manajemen. Tinggal memilih tujuan yang paling tepat (clarity of purpose) disertai dengan aksi nyata, maka seluruh pedoman Manajemen Matahari akan berjalan.

 

Ay Pieta
Direktur dan Pamomong Persaudaraan Matahari
1 April 2025

Share:

Reaksi Anda:

Loading spinner
×

Rahayu!

Klik salah satu tim kami dan sampaikan pesan Anda

× Hai, Kami siap membantu Anda