Pijar Kesadaran

AJARAN SPIRITUAL KUNA TELAH SEMPURNA SEJAK SEMULA

15 September 2026 Setyo Hajar Dewantoro No Comments
AJARAN SPIRITUAL KUNA TELAH SEMPURNA SEJAK SEMULA

Ajaran yang disampaikan para Jiwa Ilahi sudah sempurna sejak semula. Ajaran mereka tak mengandung kesalahan yang perlu dibenarkan di kemudian hari.

Tapi siapa pun yang lahir di Bumi ini, butuh proses untuk menjadi Ilahi. Tak ada yang ujug-ujug tercerahkan. Proses yang terjadi bisa terasa menyusahkan dan ekstrem. Tapi, memang demikian gemblengan yang harus dialami siapa pun sebelum benar-benar mencapai tataran Jiwa Ilahi.

Manusia meraih tataran ini lewat laku hening hingga jernih persepsi, emosi, karma dan energinya. Segala sisi gelap dan jeratan kuasa kegelapan harus dilebur sempurna.

Ketika seseorang telah menjadi jernih, semua lapisan tubuhnya jernih, semua cakranya selaras, ia mendapatkan tuntunan dari takhta suci di relung hati, sekaligus dilimpahi kemampuan mengakses pengetahuan suci lewat Antah Karana yang terhubung kepada pusat pengetahuan Semesta. Melalui Rasa Sejatinya ia juga bisa menangkap ajaran suci dari berbagai Keberadaan Ilahi (yang dikenal dengan julukan Raja Semesta, Tao, Ra, Sanghyang Adhi Buddha, Ahuramazda, dan lainnya).

Dari dulu sampai sekarang, ya, begini ini proses kemunculan ajaran-ajaran Ilahiah – tak pernah berbeda. Setiap Jiwa Ilahi yang muncul belakangan mengajak manusia kembali kepada ajaran esensial yang disampaikan oleh Jiwa Ilahi. Tak ada yang diperbaharui dan disempurnakan – ajaran yang disampaikan Resi Wisrawa, Henoch, Sri Krisna, Zarathustra, Lao Tze, Yeshua, ya sami mawon intinya – semua sudah sempurna sejak awal. Manusia saja yang seringkali melupakan dan membelokkannya.

Sesosok Jiwa Ilahi tak hanya menyampaikan ajaran. Ia juga bekerja membangun peradaban surgawi – yang dulunya pernah ada, tapi rusak karena banyak manusia memilih jadi budak ego.

Catatan penting, tak ada Jiwa Ilahi mengajak berkhayal, mengajak manusia mempercayai khayalan, dan menyatakan setelah dirinya tak akan ada lagi Jiwa Ilahi yang akan datang.

Faktanya, selama Sang Waktu masih bergulir dan manusia masih ada, selalu lahir sesosok manusia yang merupakan Inkarnasi dari Jiwa Ilahi yang semula berada di dimensi luhur.

 

26 Agustus 2026
Setyo Hajar Dewantoro

Share:

Reaksi Anda:

Loading spinner