Pijar Kesadaran

LISANUL GHAIB

19 September 2026 Setyo Hajar Dewantoro No Comments
LISANUL GHAIB

Ada yang sudah menonton film ‘Dune’? Saya sudah nonton 2 seri film itu, dan menemukan banyak hal menarik. Menarik karena relevan dengan kehidupan saya, selaras dengan pengalaman mistik pribadi. 

Film itu bercerita tentang pergolakan antara pejuang kebajikan melawan pasukan kejahatan yang berteknologi tinggi dan banyak jumlahnya. Ini cerminan dualitas dalam kehidupan umat manusia saat ini. Dalam hitungan matematis, kekuatan kejahatan sangat dominan dan pasti menang melawan pasukan kebajikan.

Namun, kenyataannya tidak begitu. Yang berada dalam kebajikan, karena mempertahankan kedaulatannya dari agresi pihak yang merasa kuat, ternyata tidak kalah. Kebajikan mengalahkan kejahatan. 

Ini tentu bisa terdengar klise. Tapi saya ungkapkan pelajaran pentingnya. 

KEMENANGAN diraih oleh mereka yang mengikuti LISANUL GHAIB (THE VOICE FROM UNKNOWN). Seseorang bisa mendengar LISANUL GHAIB setelah meminum AIR KEHIDUPAN/AIR SUCI. Yang berjuang sesuai tuntunan dari LISANUL GHAIB, bisa mengakses kekuatan Semesta tanpa batas. Ia didukung oleh kekuatan langit dan bumi.

Semenjak saya menekuni hening dengan cara yang benar, saya terhubung dengan sumber dari Air Kehidupan (BANYU PERWITASARI/MAUL HAYA) di relung hati. Jiwa saya dimurnikan, sanubari dijernihkan. Saya bisa mendengar LISANUL GHAIB: seiring dengan semakin jernihnya jiwa saya, tuntunan itu makin jelas dan intens. Hingga, saya selalu melangkah selaras dengan LISANUL GHAIB. Mulai dari sekadar memilih hotel hingga melaksanakan perjalanan ke negeri yang jauh. Saya 100% jadi WayangNya Gusti.

Kesetiaan dan ketaatan tanpa syarat kepada LISANUL GHAIB ini membuat saya tiba di titik saat ini: saya merealisasikan Rencana Ilahi bagi diri saya, dan diselamatkan dari banyak bahaya ekstrem. 

LISANUL GHAIB sejatinya adalah suara, perintah, dan titah Tuhan: Tuhan yang menjadi esensi jiwa, bersemayam di relung hati – dinamakan sebagai Dewa Ruci atau Guru Sejati. Ia didengar atau dimengerti dengan Rasa Sejati.

Saya berani berkata, sejak 2019, saya tidak sekali pun mengabaikan atau membantah Titah Gusti. Inilah JALAN KEMENANGAN bagi saya: jalan untuk mewujudkan Negeri Surgawi dan Bumi Surgawi.

 

23 Agustus 2026
Setyo Hajar Dewantoro

Share:

Reaksi Anda:

Loading spinner