Mozaik Belajar

As Above so Below

17 August 2026 Ay Pieta No Comments
As Above so Below

Refleksi Webinar Tao

Topik ini sudah berulang kali diwedarkan, tapi selalu saja ada percikan kesadaran baru. Belajar Seni Hidup Berkesadaran SHD ini benar-benar sebuah petualangan belajar yang tidak pernah membosankan. Selalu ada saja element of surprise yang membuat haru biru di tengah riuhnya gelombang kehidupan. Selalu ada discovery yang penuh keajaiban ketika eksplorasi non-egoistis dan non-materialistis terus dilakukan dengan alat yang tepat.

As above so below.

Sebagai penikmat dunia astronomi, saya suka sekali ketika Guru SHD menggambarkan bagaimana planet-planet yang hanya bergerak selaras dengan gerak Semesta. Semua patuh, berendah hati dan totalitas, tidak ada yang ngeyel dan sotoy maunya ngelantur sendiri. Terasa sekali keagungan Makrokosmos yang selalu terkoneksi dengan Mikrokosmos dalam wujud manusia yang hidup di Planet Bumi. Merasakan keagungan Tuhan dan Jagat Raya dalam wujud saya, Ay Pieta yang hidup dalam tubuh manusia di Planet Bumi.

As above so below.

Dulu saya suka sekali idiom ini, yang dikenal ketika bergaul dengan para fashion spiritualis ibukota. Padahal sama sekali tidak paham maksudnya apa, tetapi saya selalu yakin bahwa idiom ini berhubungan realitas Jagat Raya yang maha luas di antariksa, yang hanya bisa saya pandang sebatas taburan bintang dan bulan purnama. Idiom ini saya jadikan semacam pedoman cantik yang menghibur dan ngademin hati, walaupun tidak pernah mengerti apa sih bentuk konkritnya di kehidupan. Saya hanya tahu sebatas bentuk organ pada tubuh manusia yang sama dengan bentuk yang ada pada alam. Bahkan, sok ikutan mempelajari golden ratio Fibonacci. Tapi manalah bisa paham bagaimana aplikasi di kehidupan – yang ada kok malah makin mumet apabila setiap hal harus dipadankan dengan rumus golden ratio.

Ternyata, memahami golden ratio tidak perlu repot-repot menghafal rumusnya, tidak perlu terjebak dalam kekusutan akibat berusaha menerapkan rumus golden ratio di setiap memandang elemen kehidupan.

Ternyata cara memahami golden ratio anti-mumet adalah cukup dengan hening yang non-egoistik.

 

Hening/meditasi yang penuh ketulusan tidak dicemari oleh sibuknya berharap ini dan itu, sehingga secara natural dapat memahami bentuk konkrit yang realistis untuk diaplikasikan dalam kehidupan.

Bagi saya salah satu bentuk keberlimpahan adalah ketika bisa menemukan apa saja yang ada di Alam Semesta nan luas (Jagat Ageng) ini, yang benar-benar ada pada diri saya sebagai Jagat Alit. Baru paham bahwa kerendahan hati pun merupakan karakter dari gerak rombongan planet yang setia pada orbitnya. Dan semua ini merupakan manifestasi keagungan Tuhan yang seharusnya ada pada gerak kehidupan manusia itu sendiri; yaitu rendah hati, setia, dan totalitas dengan gerak Semesta.

Maka, untuk memahami gerak Semesta, berendah hatilah dulu, setia, dan totalitas-lah dulu, as above so below.

Duh, indah banget rasanya bisa merasakan keberadaan Jagat Raya di dada saya.

Tidak bisa berkiti-kiti – hanya ingin bersyukur, terima kasih Tuhan, saya merasa sangat beruntung dan bersyukur telah setia di jalan ini, dan akan tetap setia sampai kapan pun. Terima kasih Guru SHD telah hadir di Planet Bumi untuk membukakan pintu-pintu keajaiban melalui titian nafas. Saya selalu siap mendukung upaya kebangkitan kesadaran kolektif bersamamu, agar semakin banyak manusia yang mampu merasakan keagungan Tuhan.

 

Ay Pieta
Pembimbing dan Direktur Persaudaraan Matahari
17 Agustus 2026

Share:

Reaksi Anda:

Loading spinner